
Pria yang ketagihan pornografi bisa jadi tidak lagi tertarik untuk
berhubungan seks secara normal, karena yang ia bayangkan berbeda dengan
kenyataan.
Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa pria
yang sangat suka pornografi bisa mendapati diri mereka terperangkap
dalam ilusi semu. Mereka tidak lagi tertarik melakukan hubungan seksual
dengan orang lain saat mereka memiliki kesempatan.
Orang yang kecanduan pornografi cenderung tidak puas dengan hubungan seksual, menurut temuan survei terbaru.
Dalam riset tersebut, para peneliti mensurvei 312 pria berusia 20
sampai 40 tahun, yang mendatangi klinik urologi San Diego untuk
pengobatan. Memang hanya 3,4 persen pria yang mengatakan mereka memilih
masturbasi dengan pornografi daripada hubungan seksual.
Namun hal itu menunjukkan adanya hubungan statistik antara kecanduan
pornografi dan disfungsi seksual, kata pemimpin peneliti Dr. Matthew
Christman dari Naval Medical Center di San Diego.
“Tingkat penyebab alami disfungsi ereksi pada kelompok usia ini
sangat rendah. Sehingga bila terjadi peningkatan disfungsi ereksi dari
waktu ke waktu pada kelompok ini, perlu dijelaskan,” kata Christman.
“Kami percaya bahwa kecanduan pornografi bisa jadi salah satu bagian
dari teka-teki itu. Meski demikian, data kami tidak menunjukkan bahwa
itu adalah satu-satunya penjelasan.”
Peneliti mengatakan, masalahnya bisa jadi berakar pada kecanduan.
“Perilaku seksual mengaktifkan sirkuit yang sama di otak seperti saat
orang mengkonsumsi narkoba, misalnya kokain dan methamphetamines, “kata
Christman.
“Pornografi di internet, secara khusus, terbukti menjadi stimulus
supernormal dari sirkuit ini—karena seseorang bisa terus menerus memilih
tema dan gambar yang membangkitkan gairah seksualnya,” katanya.
Akibatnya, menonton terlalu banyak pornografi bisa membuat seseorang
makin kebal dari rangsangan, sama seperti narkotika, dan membutuhkan
dosis yang lebih besar.

“Tingkat penyebab alami disfungsi ereksi pada kelompok usia ini
sangat rendah. Sehingga bila terjadi peningkatan disfungsi ereksi dari
waktu ke waktu pada kelompok ini, perlu dijelaskan,” kata Christman.
“Kami percaya bahwa kecanduan pornografi bisa jadi salah satu bagian
dari teka-teki itu. Meski demikian, data kami tidak menunjukkan bahwa
itu adalah satu-satunya penjelasan.”
Peneliti mengatakan, masalahnya bisa jadi berakar pada kecanduan.
“Perilaku seksual mengaktifkan sirkuit yang sama di otak seperti saat
orang mengkonsumsi narkoba, misalnya kokain dan methamphetamines, “kata
Christman.
“Pornografi di internet, secara khusus, terbukti menjadi stimulus
supernormal dari sirkuit ini—karena seseorang bisa terus menerus memilih
tema dan gambar yang membangkitkan gairah seksualnya,” katanya.
Akibatnya, menonton terlalu banyak pornografi bisa membuat seseorang
makin kebal dari rangsangan, sama seperti narkotika, dan membutuhkan
dosis yang lebih besar.


Bertahun-tahun yang lalu ketika aku masih berusia dua puluhan, aku bekerja sebagai seorang salesman untuk perusahaan piano St. Louis. Kami menjual piano ke seluruh negara bagian dengan cara mengiklankan di koran-koran setempat. Jika kami sudah mendapatkan banyak pesanan, maka kami akan mengirimkan piano-piano dengan truk.
Setiap kali kami memasang iklan di daerah perkebunan kapas di Missouri tenggara, maka kami akan menerima tanggapan di atas kartu pos dari seorang wanita tua yang menulis, “Tolong kirimkan sebuah piano baru untuk cucu perempuanku. Warnanya harus merah mahoni. Aku sanggup membayar sepuluh dollar per bulan dari hasil penjualan telur.”
Tentu saja kami tidak dapat menjual sebuah piano baru dengan cicilan sepuluh dollar setiap bulan. Tidak ada bank yang mau menangani pembayaran cicilan sekecil itu, jadi kami abaikan saja kartu pos itu.
Pada suatu hari aku kebetulan berada di daerah itu untuk memenuhi permintaan beberapa pembeli, dan karena keingin-tahuanku, maka aku memutuskan untuk mengunjungi wanita tua penulis kartu pos itu. Aku sudah membayangkan apa yang akan aku temui. Wanita tua itu tinggal di sebuah gubug kecil sebagaimana lazimnya petani yang berbagi hasil di tengah perkebunan kapas.
Gubugnya berlantai tanah dan banyak ayam berkeliaran di dalam gubuk itu. Tentu saja ia tidak memiliki mobil, telpon, atau pekerjaan tetap. Ia tidak memiliki apa-apa kecuali a